Kisah 3 Perempuan yang Hidup Memprihatinkan di Tengah Hutan

 

Dok. jateng.inews.id

           Di tengah hiruk pikuknya hidup di perkotaan, kehidupan yang berdampingan dengan segala kemajuan informasi dan teknologinya. Rumpi, Suntari dan Sarikem adalah 3 perempuan yang hingga kini masih hidup dengan kondisi memprihatinkan di Tengah Hutan.

Mereka hidup di desa terpencil di Kabupaten Rembang, tepatnya di Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Lokasinya berada di tengah hutan, perbatasan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora.

Terdapat 60 warga yang tinggal di Dusun Ngatoko. Sebagian besar jalannya masih jalan terjal berbatu, dan kanan kiri jalan diapit hutan lebat.

Rumpi tinggal di rumah berdinding bambu berlantaikan tanah di kawasan Banyubang-Ngatoko. Rumahnya terpisah dari pemukiman penduduk, rumah ini menyendiri di dataran rendah, berhimpitan dengan lebatnya pohon jati.

Ia tinggal bersama Suntari putrinya yang kini menginjak bangku kelas 1 SMP, dan juga Sarikem ibunya. Mereka bertiga hidup dengan segala keterbatasan yang ada.

Semenjak suaminya meninggal, Rumpi harus tetap melanjutkan hidupnya dengan bekerja sebagai pencari kayu bakar atau rencek di dalam hutan. Ia melakoni pekerjaan berat itu lantaran tidak ada pekerjaan lain.

Ia harus mengumpulkan kayu, yang kemudian diambil pengepul. Satu truk kayu bakar dihargai Rp600 ribu. Dari penghasilannya, ia gunakan untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Sang anak, Suntari bersekolah di SMPN I Bulu, jarak rumah dengan sekolah sangat jauh. Namun, saat ini sistem pembelajaran tatap muka masih belum berjalan efektif.

Sehingga Suntari memanfaatkan waktunya dirumah sambil membantu pekerjaan ibunya. Mulai bersih-bersih pekarangan, memasak, menemani neneknya hingga merawat ternak. Suntari adalah anak yang baik, ia menyadari bahwa dengan hal itu ia dapat meringankan beban ibunya, Rumpi.

Baginya, Rumpi adalah sosok pahlawan di hidupnya. Suntari memiliki tekad yang kuat untuk bisa meraih masa depan yang cerah agar dapat membahagiakan nenek dan ibunya.

Meskipun hidup dengan segala keterbatasan, mulai dari lingkungan terpencil, sarana prasarana yang tidak memadai, hingga minimnya ketersediaan listrik, ketiga perempuan itu tetap berjuang menjalani kehidupannya dengan penuh rasa syukur.

Nadira Riskia Marin

I am an active student majoring in journalism at the Jakarta State Polytechnic, I love learning and sharing what I know to other people. I love doing this since I was in my previous School, up until now. Communication for me has become a necessity, because communicating somewhat & somehow helps me to learn and to understand the subject better than if I learn myself, and Sharing is our best attitude to others. I equipped myself with analytic problem solving and people management skills through my experiences in several organizations and committee experiences. I thrived to bring an impact to my environment.

Post a Comment

Previous Post Next Post